Haram Mencaci Orang yang sudah mati tanpa kebenaran dan maslahat syar’i. Bab 267 Kitab Riyadhus Sholihin.

January 6, 2016 by abahzaky2014

Sebelumnya akan dikutipkan dulu ayat 12 dari surat al-Hujurat.

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ  ﴿١٢﴾

Artine :

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

alhujurat ayat 12.

Hadist :

وعن عائشة رضي الله عنها قالت‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏ ‘‏لا تسبوا الأموات فإنهم قد أفضوا إلى ما قدموا‏’‏‏.‏ ‏(‏‏(‏رواه البخاري‏)‏‏)‏‏.‏’

Dari Aisyah r.a , ia berkata , bahwa Rasulullah saw bersabda :

Jangan kalian memaki-maki orang yang sudah mati, karena mereka mencapai atau menemukan apa yang mereka kerjakan.

 Maksudnya apa yang dahulu mereka kerjakan baik atau buruk.

Penjelasan hadist tersebut :

Adapun terhadap orang kafir yang telah meninggal dunia, boleh mencaci mereka secara umum, bukan secara orang per orang, karena dimungkinkan ia mati dalam keadaan masuk Islam. Kecuali orang yang telah ditetapkan syar’i bahwa ia mati dalam keadaan kafir seperti Abu lahab dan abu jahal.