Tradisi Lebaran di Pekalongan jaman dulu dan Sejarah Ketupat, Kupat dan Lepet

June 24, 2016 by abahzaky2014

Copas dari Grup Wetan
ADA APA LEBARAN DI PEKALONGAN_?

    KOLAK – KETAN – APEM

    Pada kisaran th 70-an sampai 80-an menjelang datangnya bulan suci Ramadhan di wilayah Pantura tak terkecuali di Pekalongan ada tradisi saling kirim penganan. Penganan itu ditempatkan dlm wadah yg dibuat dari daun pisang yg dibentuk sedemikian rupa dan disebut TAKIR. Satu paket terdiri dari 3 takir yg berisi KOLAK pisang,KETAN putih dan APEM kecil2 berwarna putih.  

Apa yg tersirat di dalamnya?

Ternyata KOLAK sbg simbol kata KOLAA (bhs Arab) yg diartikan KATAKAN,

KETAN sbg simbol kata KHOTOA (bhs Arab) yg diartikan SALAH,

APEM sbg simbol kata AFWUM (bhs Arab) yg diartikan MINTA MAAF/AMPUN.

Menjelang puasa seyogyanya kita mengakui segala kesalahan utk kemudian minta maaf agar hubungan kita kpd sesama (hablu minannas) kembali bersih.

    SYAWALAN & LOPIS RAKSASA

    DI daerah Kaum dulu orang akan melaksanakan Puasa Sunah 6 hari pd bulan syawal yg dimulai tgl 2 hingga tgl 7 syawal. Baru pd tgl 8 Syawal penduduk di wilayah Kaum akan merayakan lebaran lagi yg disebut syawalan. Karena itulah orang2 dari luar Kauman baru akan bertandang ke tempat sdt2nya yg ada di Kauman pd tgl 8 syawal. Pd saat itu orang2 yg tinggal di kawasan Kaum akan menjamu tamu2nya dg aneka hidangan yg mereka buat. Salah satu daerah Kaum itu adalah Krapyak dan dari situlah tradisi membuat LOPIS yg makin tahun makin besar ukurannya.

Mengapa Lopis?

Lopis dibuat dari beras ketan yg dibungkus dg daun pisang dan diikat kemudian dikukus hingga matang. Sebagai catata Lopis Besar di Krapyak menghabiskan lbh dari 2 kwintal beras ketan dan waktu 4 hari 4 malam utk mengukusnya.

Tradisi pembuatan Lopis Besar di Krapyak dimulai sekitar th 1855 masehi dan dipelopori oleh K.H Abdullah Siradj yg oleh penduduk setempat dianggap msh keturunan Ki Bahurekso. Namun secara seremonial tradisi lopis diiris dan dibagikan kpd masyarakat baru pada th 1956 ketika jabatan Kepala Desa Krapyak dipegang oleh H. Rohmat.

      Lopis itu sendiri mempunyai makna ‘mempererat ‘ persatuan & kesatuan sebagaimana disimbolkan oleh ketan yg dikukus, ketika matang akan menjadi satu kesatuan yg tak mudah dipisahkan. 

     Adapun daun pisang yg digunakan sbg bungkus memiliki alasan bahwa pohon pisang tdk akan mati sblm berbuah shg ketika mati pohon pisang sdh meninggalkan buahnya sbg sesuatu yg berharga serta tunas2 yg diibaratkan sebagai generasi penerusnya.

      BAGAMANA DG BALON?

      Tradisi membuat dan melepas Balon dimulai sekitar th 60-an. Melepas balon ke udara dianggap sbg simbol lepasnya kesalahan dan kekhilafan antar warga. Adanya tradisi petasan yg diikutkan pd pelepasan balon ke udara dianggap karena adanya pengaruh budaya Cina yg sdh ada di Pekalongan semenjak abad ke-14 Masehi.

 Wallahu a’lam bishowaf….
Sejarah Ketupat

Ini bagus nih..

Pituah orang dulu, masih ada yang ngamalin nggak yaa?

.

*SEJARAH KETUPAT*
Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. 
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
*Arti Kata Ketupat.*
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.

Laku papat artinya empat tindakan.
*Ngaku Lepat.*
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
*Laku Papat.*
1. Lebaran.

2. Luberan.

3. Leburan.

4. Laburan.
*Lebaran.*

Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. 
*Luberan.*

Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.

Pengeluaran zakat fitrah.
*Leburan.*

Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
*Laburan.*

Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
*FILOSOFI KUPAT – LEPET*
*KUPAT*

Kenapa mesti dibungkus janur? 

Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ). 

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.

Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja’a nur). 
*LEPET*

Lepet = silep kang rapet.

Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.

Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.
Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam.