Fadhilah Ramadhan 10 hari terakhir .

June 20, 2016 by abahzaky2014

Kiriman jamaah MJT

Dan beberapa tulisan lain.

 

 [20/6 3:04 PM] A1: Imam Makkah memberi nasihat yg sungguh praktikal:
Beliau mengatakan, utk 10 hari terakhir Ramadhan:
1. Sedekah RM1 setiap malam, jika ia jatuh pd malam lailatul qadar, bermakna seolah-olah kita bersedekah setiap hari selama 84 thn.
2. Solat 2 rakaat setiap mlm, jika ia jatuh pd mlm lailatul qadar, bermakna kamu solat setiap hari selama 84 tahun.
3. Baca Surah Al-Ikhlas 3 kali setiap mlm, jika jatuh pd mlm lailatul qadar, bermakna seolah-olah kita telah membaca seluruh AlQuran setiap hari selama 84 thn.
Beliau berkata lagi, sebarkan maklumat ini supaya nanti kita akan dpt hasil yg lumayan dlm akaun kita.
In Shaa Allah.
Masih belum terlambat untuk kita untuk merebut ganjaran pahala yang berlipat ganda dalam bulan Ramadhan yang penuh barakah ini. JOM MULAKAN SEKARANG !

[20/6 3:15 PM] A1: MAKSIAT JALAN TERUS, TAPI REZEKI LANCAR ?
Kita tidak bingung kenapa ada diantara mereka yang gemar bermaksiat dan melakukan mungkarat (hal-hal yang dibenci Allah), tapi rezekinya lancar, pendukungnya banyak, bisnisnya dimana-dimana, Intinya soal urusan dunia seakan tidak masalah baginya.
Tapi yang kita bingungkan kenapa muslim, tidak dengki untuk mengikuti saudaranya,muslim yang tetap istiqamah dalam ibadah dan munajat, walaupun kehidupan ekonominya serba kekurangan. (inilah keimanan yang patut ditiru).
Kelebihan diatas sudah dijelaskan, seperti ISTIDRAJ dalam islam. 
Saudara-saudariku,
Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Jadi ketahuilah bahwa, ketika Allah membiarkan kita :

1. Sengaja meninggalkan shalat.

2. Sengaja meninggalkan puasa.

3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.

4. Berat untuk bershadaqah.

5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.

6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.

7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.

8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.

9. Tidak mau menuntut ilmu syar’I.

10. Tidak mendapatkan cinta kepada Rasulullah

11. Punya Handphone (media seluller) apapun, internet tapi tidak bisa berdakwah / menggunakannya supaya bermanfaat.

10. Lupa akan kematian.
Tetapi Allah tetap memberikan kita :

 1. Harta yang berlimpah.

 2. Kesenangan terus menerus.

 3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.

 4. Tidak pernah diberikan sakit.

 5. Tidak pernah diberikan musibah.

 6. Hidupnya aman-aman saja.
Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ, Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hamba-Nya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk adzab-Nya.
Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.
Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.
Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar. 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

(HR. Ahmad, no.17349).
Semoga bermanfaat dan semoga Allah ta’ala memberi hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua dan dijaga keluarga kita dari marabahaya… Aamiin…Ya Rabbal ‘Aalamiin…
Like/share fanpage ► Alhabib Quraisy Baharun

***
NOTES :

Dan Saudara-saudariku, yang selalu berkomentar sopan di page ini, men-share/bagikan, like, dan menandai teman-temannya di facebook, semoga termasuk dalam fadhilah hadits ini,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)

[20/6 3:31 PM] A1: DAHSYATNYA JALAN KAKI 

*ONE DAY ONE HADITH*
Diriwayatkan dari Abu Musa RA; Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ

“Orang yang paling banyak pahalanya dalam shalat adalah orang yang paling jauh jalannya menuju (masjid), lalu yang selanjutnya.” [HR. Muslim] 
Catatan Alvers
Kebanyakan orang modern merasa malas untuk jalan kaki karena tersedianya berbagai fasilitas seperti sepeda motor, mobil, lift dll. padahal berjalan kaki sangatlah penting untuk kesehatan bahkan dalam islam, berjalan kaki juga dinilai sebagai aktifitas yang penting, terbukti dengan hadits di atas yang menyatakan bahwa berjalan kaki lebih jauh akan lebih besar pahalanya. Dalam hadits yang lain disebutkan lebih spesifik yaitu dengan “memperbanyak langkah kaki”. Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ, فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : “Menyempurnakan wudlu dalam kondisi yang tidak mengenakkan (seperti saat cuaca dingin atau sakit), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath (Jihad melawan nafsu)” [HR. Muslim]
Lebih lanjut, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah RA, bahwa ada sepetak tanah kosong di sekitar masjid. Kemudian Keluarga Bani Salimah (dibaca dengan kasrah lamnya, salimah adalah nama kabilah terkenal dari kalangan sahabat anshar) [Syarah Imam Nawawi] berencana pindah rumah ke lokasi tanah tersebut supaya dekat dengan masjid. Ketika rencana ini sampai kepada Nabi SAW maka beliau menanyakan kebenarannya. Setelah mereka mengiyakan rencana tersebut, Rasul bersabda kepada mereka :

يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

Wahai Bani salimah, menetaplah di rumah kalian niscaya jejak langkah kalian ditulis (lebih banyak pahalanya), menetaplah di rumah kalian niscaya jejak langkah kalian ditulis (lebih banyak pahalanya) [HR Muslim]

Rasul melarang bani salimah pindah ke rumah yang lebih dekat ke masjid supaya mereka lebih banyak langkahnya ketika menuju masjid, bukankah setiap langkah menuju masjid itu penuh dengan keutamaan. Betapa tidak, setiap langkah bernilai sedekah. Rasul Bersabda :

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ 

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” [HR. Muslim]
setiap langkah juga bernilai kebaikan dan menggugurkan dosa. Rasul bersabda :

كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ 

“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” [HR. Ahmad]
Berjalan kaki menuju masjid tidaklah sama pahalanya dengan naik kendaraan. Hal ini banyak tidak diketahui dan disadari oleh jamaah, sebagaimana hal ini juga tidak diketahui oleh sahabat ubay bin ka’b. Dalam Hadits riwayat Muslim, diceritakan bahwa ada seorang dari kalangan sahabat Anshar yang tidak paling jauh rumahnya lebih dari masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat untuk shalat berjamaah bersama Rasul SAW di masjid. Lalu kami iba dengan hal ini dan Aku (Ubay bin ka’b) mengatakan : 

يَا فُلَانُ لَوْ أَنَّكَ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا يَقِيكَ مِنْ الرَّمْضَاءِ وَيَقِيكَ مِنْ هَوَامِّ الْأَرْضِ 

‘Wahai fulan, jikalau engkau membeli seekor himar tentu dapat menjagamu dari terik matahari (di siang hari) dan terhindar dari binatang melata di (malam harinya) .

Ia menjawab : ‘Demi Allah, aku tidak ingin rumahku berdekatan dengan Rumah Rasulullah SAW (masjid ). Lalu aku bawa ia menuju Rasul dan aku kabarkan kepada beliau, beliau bertanya dan ia beralasan untuk mendapatkan banyak pahala (dengan berjalan jauh).’ Beliau bersabda: 

إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ

“Engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.” [HR. Muslim]
Maka hendaknya orang yang sanggup berjalan kaki ke masjid, hendaknya dia tidak menggunakan kendaraan karena pahalanya lebih besar dan lebih sehat tentunya. Bukankah secara medis kita dianjurkan untuk jalan kaki minimal 30 menit sehari. Jika seseorang menghabiskan waktu berjalan menuju masjid selama 3 menit saja maka sudah terpenuhi syarat minimal di atas. (3 menit x 5 Sholat x 2 Pulang pergi). Berjalan kaki dikutip dari Medicine bermanfaat untuk Menghindarkan dari diabetes tipe 2, Memperkuat jantung, bermanfaat untuk kwalitas otak, tulang, Mengurangi gejala depresi, Meningkatkan kebugaran. Dll. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar mengejar pahala yang dijanjikan-Nya dan meraih pula manfaatya.

[20/6 6:52 PM] ‪+62 857-9102-4606‬: Hadits. 
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepadaku Khubaib bin ‘Abdurrahman dari Hafsh bin ‘Ashim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

[20/6 7:02 PM] Redjal: Shofa Azzahro di 23.37

Kisah Pecinta Sejati Baginda Nabi Agung Muhammad SAW

“Anak kecil yang mencintai Sayyidina Muhammad, makam tiap hari bergerak mendekati makam Sayidina Muhammad SAW”

Pada zaman al imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie (pengarang maulid diba’i), dikala waktu sang imam ingin ziarah ke makam Rasulullah SAW dari kota Yaman ke kota Madinah bersama para sahabatnya dan jammahnya ada seorang anak kecil yang ingin sekali melihat makam Rasulullah SAW, Al-Imam menanyakan kepada salah satu sahabatnya. “Ini anak siapa? apa yang ingin ia lakukan? Salah satu sahabatnya mengatakan ” ia ingin ikut perjalanan kita Ya Imam, lalu Al-Imam itu menjawab, tidak boleh karena perjalanan ini sangat jauh dari kota Yaman sampai Madinah menepuh jarak 4 sampai 1 minggu perjalanan itu pun naik kuda.

lalu anak itu pergi karena tidak diizinkan oleh Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie, tetapi waktu dalam perjalanan menuju kota madinah anak itu diam-diam ikut dan bersembunyi di bawah kereta kuda sang imam tersebut, ia bergelantungan antara roda-roda kereta kuda tersebut, dalam perjalanan itu ia tidak makam dan minum selama 1 minggu perjalanan karena sangat ingin sekali melihat makam Rasulullah SAW dan sangat mencinta Rasulullah SAW.

Setelah satu minggu rombongan tersebut sampi di kota madinah, tiba-tiba ada seorang sahabat yang berteriak “Ya Allah ini anak kecil yang kemarin dilarang untuk ikut bersama kita tetapi ia pun ikut bersama kita, anak itu tidak terlihat selama perjalanan. Kemudian anak kecil itupun langsung berlari dan mengambil debu meyirami debu kewajahnya sampai tidak bisa bernapas dan meninggal di kota madinah. Ia pun belum sempat berziarah makam Sayidina Muhammad SAW, tetapi ia sudah sangat bergembira karena sudah sampai di kota Sang Nabi, lalu al imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menangis melihat anak kecil ini yang sangat mencintai Rasulullah SAW.

Lalu di sepakati oleh rombongan dan Al-Imam untuk menguburkan anak itu di kota madinah, lalu beberapa hari al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie di kota madianh dan sempat menziarahi makam anak kecil tersebut. Namun ia melihat ada keanehan yang terjadi pada makam tersebut, lantaran makam anak kecil itu bergeser mendekati makam Sayidina Muhammad SAW. SAMPAI SEKARANG MAKAM TERSEBUT MASIH ADA DAN MAKAM TERSEBUT ADA DI SEBERANG MASJID NABAWI. Melihat kejadian tersebut, Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi al-Syafie pun menagis diadalam rumahnya aku ini adalah seorang Imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencinta Rasulullah SAW, dan Sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di dalam kitab karangannya, yaitu kitab Maulid yang masih dibaca oleh jutaan umat Muslim sampai hari ini. “Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.