Di balik kata Silaturahmi

March 15, 2016 by abahzaky2014

Copas dari grup wetan.

 

Rahasia Silaturahmi 

“Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan

kebaikan ataupun keburukan? ‘Sesuatu yang paling cepat mendatangkan

kebaikan,’ sabda Rasulullah SAW, ‘adalah balasan (pahala) orang yang

berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang

paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi

orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR

Ibnu Majah). 

Silaturahmi tidak sekadar bersentuhan tangan atau memohon maaf

belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek

mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata silaturahmi

itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau

menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang.

Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang

asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna

sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang

bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW

bersabda, “Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang

membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah

menyambungkan apa yang telah putus” (HR Bukhari).

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari

bahwa silaturahmi tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh, namun

harus melibatkan pula aspek hati. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan

bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih

baik dan lebih bermutu daripada yang dilakukan orang lain pada kita.

Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini

tidak memerlukan kekuatan mental yang kuat. Namun, bila ada orang

yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja

kita mengunjunginya, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi

kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita atau

seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita

mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang

sebenarnya.

Dalam sebuah hadis diungkapkan, “Maukah kalian aku tunjukkan amal

yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?” tanya Rasul

pada para sahabat. “Tentu saja,” jawab mereka. Beliau kemudian

menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan

persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara

yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan

mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang

besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan

diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi” (HR

Bukhari Muslim).

Dari sini terlihat jelas, betapa pentingnya menyambungkan tali

silaturahmi dan memperkuat nilai persaudaraan tersebut. Betapa tidak!

Dengan silaturahmi maka akan terjalin rasa kasih sayang dengan sesama

manusia, bahkan dengan makhluk Allah lainnya. Bila ini terjadi maka

rahmat dan kasih sayang Allah pun akan turun dan menaungi hidup kita. 

Tapi sebaliknya, rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh bila tali

silaturahmi sudah terputus di antara kita. Rasulullah SAW

bersabda, “Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu

kaum yang di dalamya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan”.

Seorang sahabat yang bernama Abu Awfa pernah bekisah. Ketika itu,

kata Abu Awfa, kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba beliau

bersabda, “Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali

silaturahmi”. Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan

majelis Rasul. Rupanya sudah lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf kepada bibinya tersebut, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali ke majelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang. 

Sahabat, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebencian dan rasa permusuhan. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat.

( semoga meng-inspirasi kita untuk lebih bersemangat menjalin tali Silatu-rakhmi,salam).😊