Hati yang bersih

February 23, 2016 by abahzaky2014

Copas dari MJT Grup
Guru Mulia Al habib Umar Bin Hafidz mengatakan: “Zaman salafunas sholeh (orang tua kita yang sholeh) terdahulu, sekali ucapan takbir saja, mampu memecahkan dinding-dinding beton, namun dizaman kita ini jangankan dinding, selembar kertas pun tidak bisa melayang.”

Bisa kita ambil pelajaran,Kenapa orang-orang dulu mereka banyak berhasil meningkatkan kualitas imannya?

Doa mereka seperti busur panah yang selalu mengenai sasarannya, seakan-akan jika berdoa tiada hijab baginya.

Alasannya, Karena mereka berhasil MEMBERSIHKAN

HATI, mereka tidak menyimpan dendam kepada siapapun,

Jika ada yang membenci mereka hanya mendo’akan kebaikan

untuknya.”

Itulah yang disebut “Shafa’ul Qalb” mereka giat membersihkan hati bukan hanya membersihkan penampilan luar saja.

Bathin adalah sebuah prioritas dibanding zhohir.

Mungkin hal ini kebalikan dizaman kita, Kita lebih berburu pada kecantikan luar sehingga tidak peduli pada kebersihan hati.

Mereka memperhatikan Hati yang biasa disifati dengan hidup dan mati, artinya ada hati yang hidup dan ada hati yang mati. Di antara maksud hati yang hidup, adalah hati yang sehat itulah hati yang bersih (selamat). Seseorang akan selamat di hari kiamat kelak jika menghadap Allah dengan hati yang bersih.

seperti firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).

Para ulama ada yang berbeda pandangan dalam mengungkapkan makna hati yang bersih (selamat). Definisi yang menyeluruh dalam memahami hal ini, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari segala macam bentuk syahwat yang menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya, hati itu pun selamat dari berbagai syubhat yang menyimpang di mana hati yang selamat akan berpaling dari peribadahan kepada selain Allah, selamat dari Ittiba’ dengan selain ajaran Rasul-Nya, selamat dengan mencintai Allah dan Rasulullah lalu memiliki rasa takut, harap, tawakkal, inabah (taubat/ kembali) kepada Allah, hati yang bersih akan selalu mengharap ridho Allah dalam segala keadaan dan menjauhi murka-Nya dengan segala cara. Inilah hakekat peribahan kepada Allah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.

Semoga kita bisa terus belajar bagaimana cara meningkat keimanan dan ketakwaan dengan senantiasa membersihkan hati dari segala kotoran dan penyakit hati, Aamiin….

Sejenak Pagi:
Yuk…

selalu Semangat…

Membangun pikiran positif
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllahu wa maa syaa’a fa’ala’ (Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya), Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim).
Semoga Allah memberikan yg terbaik untuk saudara dan sahabatku yg terbaik ini.

Bersama Allah pasti bisa & pasti ada solusinya, mk dekatin Allah.
Robbana Taqobbal Minna.

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
Semoga Bermanfaat

😊❤👍

Tanggalan

February 2016
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

Blog Stats

  • 142,316 hits
web
statistics