Kosongkan Gelasmu

August 3, 2015 by abahzaky2014

KOSONGKAN GELASMU. Dalam perjalanan usaha saya untuk memahami isi pikiran saya yang selalu bergemuruh kacau balau, saya berkenalan dengan seorang sufi yang sangat saya kagumi. Beliau adalah Syech Khalid Bentounesh. Seorang ketua toriqoh alawiyah internasional yang berasal dari Mustaganem. Beliau tinggal sebagian waktu di Maroko, dan sebagian waktu lainnya di Prancis. Mengurus zawiyah-zawiyahnya, dan berkeliling dunia mengisi ceramah-ceramah sufistik. Beliau adalah seorang sufi dan intelektual kelas dunia. Gelar doktornya diraih dari Harvard dan Universite Paris IV Sorbonne. Namun Syech Khaled sangat tawadlu. Beliau bersedia berdiskusi dengan siapa saja. Tentang agama, ekonomi, tentang kegelisahan sosial, dan persoalan2 kemanusiaan lainnya. Ia sangat dikagumi oleh para pastor, para pendeta dan ulama. Bahkan paus paulus sangat menghormatinya. Tutur katanya sangat halus dan bijaksana. Zawiyah2nya selalu dipenuhi oleh hadlirin dari berbagai belahan dunia. Salah satu kata-kata bijak yang masih selalu terngiang di kepala saya adalah begini: kosongkanlah gelasmu agar dapat diisi. Gelas yang penuh tidak dapat diisi lagi. Saya perlu waktu yang cukup lama untuk mencerna makna kata2 bijak tersebut. Beberapa waktu, akhir-akhir ini saya beberapa kali membaca posting2 yang menggunakan kata2 kasar, bahkan menghujat, dan terkesan menghina. Terus terang saya merasa prihatin. Karena kita sebagai penganut toriqoh alawiyah yang mengedepankan akhlakul karimah, tidak selayaknya bersikap demikian. Sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan pikiran kita, dianggap salah, dan seolah hanya pendapat kitalah yang paling benar. Seolah kitalah satu2nya pemegang otoritas atas kebenaran. Hal ini tentu saja sangat tidak sesuai dengan tuntunan al Qur’an (al hujarat 9,10,11,12,13). Saya jadi teringat kata2 bijak Syech Khalid Bentounesh tadi. Rupanya gelas pikiran kita masih dipenuhi oleh pikiran2 lama mengenai orang2 yang tidak kita inginkan untuk dipilih menjadi pemimpin di negeri kita. Pikiran tersebut masih terus mengendap dan memenuhi gelas pikiran kita. Sehingga apapun yang berhubungan dengan hal tersebut, akan direaksi dengan isi gelas pikiran yang lama. Bagaimana seandainya mulai sekarang, kita kosongkan gelas kita masing2, dan kita isi dengan yang baru dan yang lebih segar? Agar pikiran dan jiwa kita menjadi lebih jernih dalam melihat fakta-fakta di sekitar kita. Agar kita dapat menyumbangkan gagasan dan pikiran2 yang bermanfaat, dan mendapatkan kemaslahatan bagi sesama, dan pahala bagi kita. Sebagaimana disebutkan dalam al Qur’an: Hai orang-orang yang beriman, Janganlah suatu kaum mengolok olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan lebih baik dari yang mengolok-olokkan)…dst (Al Hujarat 11). Maka, marilah kita kosongkan gelas kita. SemogaGroup ini dirahmati Allah swt. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin. Mohon maaf.

Tanggalan

August 2015
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 144,301 hits
web
statistics