Tawasul

September 13, 2017 by abahzaky2014

Copas dari MJT Grup.

*TAWASSUL*

S: Apa hukum tawassul deاngan orang-orang yang dikasihi oleh Allah?

J: Tawassul dengan orang-orang yang dicintai Allah, seperti Nabi-Nabi dan orang-orang sholeh itu boleh, berdasarkan ijma’ ulama kaum muslimin. Bahkan ia merupakan cara orang-orang mukmin yang diridhai. Tawassul itu telah dikenal sejak zaman dahulu dan sekarang.

S: Bagaimana halnya dengan orang yang beranggapan bahwa tawassul adalah syirik dan kufur dan pelakunya musyrik dan kafir?

J: Tidak dapat diteladani orang yang nyeleneh dan terpisah dari jamaah yang beranggapan, bahwa tawassul adalah perbuatan syirik atau haram, lalu menghukumi musyrik orang-orang yang bertawassul. Ini jelas tidak benar dan batil, sebab anggapan seperti ini akan menimbulkan penilaian, bahwa sebagian besar umat Islam telah membuat kesepakatan (ijma’) atas perkara yang haram atau kemusyrikan.

Hal yang demikian adalah mustahil, karena umat Muhammad ini telah mendapat jaminan tidak bakal membuat kesepakatan atas perbuatan sesat, berdasarkan hadits-hadits Rasulullah SAW seperti hadits:

سَأَلْتُ رَبِّى أَنْ لَا يَجْمَعَ أُمَّتِى عَلَي ضَلَالَةٍ فَأَغْطَانِيْهَا

“Saya memohon kepada Tuhanku Allah, untuk tidak menghimpunkan umatku atas perkara sesat, dan Dia mengabulkan pemohonan itu.” (HR. Ahmad dan at-Thabrani)

لَا يَجْمَعُ ٱللهُ أُمَّتِى عَلَى ٱلضَّلَالَةِ اَبَدًا

“Allah tidak menghimpunkan umatku bersepakat atas perkara sesat selama-lamanya.” (HR. Imam al-Hakim)

مَا رَآهُ ٱلْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ ٱللهِ حَسَنٌ

“Apa yang diyakini baik oleh orang-orang Islam, maka menurut Allah juga baik.”

S: Apakah ada dalil dari al-Qur’an tentang tawassul?

J: Ya, ada. Adapun ayat al-Qur’an yang menunjukkan dibolehkan tawassul adalah ayat:

يَـٰۤأَيُّهَا ٱلَّذِيْنَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللّٰهَ وَٱبْتَغُوۤاْ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah: 35)

Ini adalah perintah dari Allah, agar kita mencari wasilah (perantara), yaitu segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai sebab untuk mendekatkan kepada-Nya dan sampai pada terpenuhinya hajat dari-Nya.

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.

[ Al-Ajwibah al-Ghaliyah fi’ Aqidah al-Firqah an-Najiyah karya Al-‘Allamah Al-Faqih Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith ]