Jangan Berhenti Berdzikir

November 24, 2016 by abahzaky2014

Copas dari MJT Grup

 

Dzikir

Apa sebab kesumpekan yang tiada henti dalam hati…???

Mengapa hati selalu menderita dan murung…??

Apa sebab segala musibah selalu menerpa hati…??

Adakah dan apakah obatnya..!!?
al-Habib ‘Umar bin Hafidz berkata: “Pusat atau sumber dari segala musibah yang ada sebab lupa kepada Allah. Dari sinilah bahwasannya tidaklah seekor burung yang terkena busur panah dapat di buru kecuali ketika dalam keadaan lupa (tidak berdzikir) kepada Allah. Begitu juga halnya hatimu…!!! Hatimu, laksana seekor burung yang terbang menuju sebuah pemahaman dan pencernaan dalam sebuah ma’rifat. Tidaklah mungkin musuh mu dapat memburunya kecuali hatimu dalam keadaan lupa. Karena musuhmu lari serta tak dapat mendekat ketika hatimu dalam keadaan berdzikir.”
Setiap detik hatimu berteriak dan merintih karena haus dan lapar…!! Setiap saat hatimu meminta obat. Setiap saat hatimu menginginkan kelezatan dan kenikmatan yang telah di janjikan Allah. Kasihinilah hatimu, hidupkan hatimu. Hanya dengan berdzikir hatimu akan merasa tenang dan bahagia. 

أللهم افتح علينا أبواب الخير وأبواب البركة وأبواب النعمة وأبواب الرزق وأبواب القوة وأبواب الصحة وأبواب السلامة وأبواب الجنة 

*DOKTER INI TERKEJUT..!!! TERNYATA DZIKIR MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB, SUBHANALLAAH..!!!*

Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, M.Kes, Sp. S dari RS Satyanegara Sunter – Jakarta (Alumni SMAN 3 Malang & S1-FK UB), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.

Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid *”Laa iIlaaha illallah “* serta kalimat istighfar *”Astaghfirullah”*.

Menurut Dr. dr. Arman, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan “Laa iIlaaha illallah” serta *”Astaghfirullah”* bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat *”Laa Illaaha Illallah”* ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf *”Lam”*, serta *”Astaghfirullah”* ada huruf *”Ghayn”, ” Ra”*, serta dua buah *”Lam”* hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida) & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah sahabatku.. mari membiasakan & memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid *”Laa iIlaaha illallah”* & kalimat istighfar *”Astaghfirullah”*.

Mohon disebarkan informasi ini, mudah2an dapat menzikirkan masyarakat dan memasyarakat zikir baik pada sahabat2 yg kena stroke upaya kuratif maupun yg tdk kena stroke sbagai upaya preventif…..

Selamat beraktivitas all.

Selamat meraih keberkahan di Jum’at mulia melalui peningkatan ibadah dan amaliyah nyata(Dari WA grup sebelah)