Amalan yang hanya melelahkan

June 30, 2016 by abahzaky2014

Copas dari MJT Grup

  

 Renungan

Wajib untuk disimak….
*’AAMILATUN NAASHIBAH*
Kita sering membaca ayat dari Al Qur’an. 

Ayat ke 3 surah Al Ghosyiyah, mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu. 

Alloh Ta’ala berfirman: 
*عاملة ناصبة*

_*’aamilatun naashibah*_
Artinya: 

*amal-amal yang hanya melelahkan*. 
Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.
Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke neraka adalah *amalan yang banyak dan beragam* tapi *penuh cacat*; baik *motif dan niatnya*, maupun *kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasululloh, SAW*

Astaghfirulah hal’adzim…
Alkisah, Seorang shahabat Umar bin Khathab radhiyallahuanhu menangis saat mendengar ayat ini.
Allah SWT. berfirman dalam Al Qur’an surat Muĥammad:33 – ” *Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu*.
Suatu hari *Atha’ As-Salami rohimahullah*, seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”
Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis.
Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”
Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? ketahuilah sesungguhnya yg menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. 

Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.

Begitulah aku menangis kepada Alloh dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun- tahun ini tidak ada cacatnya, mungkin di mata Alloh Ta’ala sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”
Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah *sudah sesuai ataukah tidak*.
*Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita*.
Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya. *Karena syarat diterimanya suatu ‘amal adalah ketika amal itu ikhlas karena Alloh dan sesuai dengan tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam.*
Allahu a’alam…
Nabi صلى الله عليه و سلم berdoa setiap pagi, dengan doa:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
– Allahumma Inniy As-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan –
“ *Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima*“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni).
Semoga kita tetap semangat untuk *mencari ilmu yang benar agar amal kita benar dan diterima Allah*. 

Aamiin yaa Robbal ‘alamin.