Rahasia Ikhlas

May 9, 2016 by abahzaky2014

Copas dari grup sebelah kidul
~ Rahasia IKHLAS ~
💥Syeikh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari mengatakan,
“Amal perbuatan itu laksana kerangka yang tegak, sedangkan ruh (jiwa)nya ialah adanya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan itu”
Semua amal itu laksana kerangka dan jasad. Sedangkan ruhnya adalah adanya keikhlasan di dalam amal itu, seperti halnya jasad yang tidak akan dapat berdiri tanpa adanya ruh. Begitu juga amal badaniyah dan qalbiyah tidak akan dapat berdiri tanpa adanya keikhlasan di dalamnya. Amal tanpa ikhlas itu laksana patung yang berdiri dan kerangka yang kosong yang tidak berarti.

( _Syarh al-Hikam, Ibnu ‘Ajibah al-Hasani_ )
Keikhlasan setiap hamba itu berbeda-beda menurut tingkatan dan maqamnya masing-masing. Adapun orang yang tergolong _abror_, maka puncak derajat keikhlasannya adalah agar amalnya selamat dari _riya’_, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan selamat dari tujuan mengikuti kesenangan nafsunya, karena mengharapkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang ikhlas, yaitu pahala yang besar dan tempat kembali yang mulia, serta lari dari apa yang menjadi ancaman Allah kepada orang-orang yang mencampuradukkan keniatan, yaitu siksa Allah yang pedih dan hisab Allah yang berat.
💎Keikhlasan orang ini seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT,
اِيَّاكَ نَعْبُدُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah”

[QS. Al-Fatihah: Ayat 5]
Artinya kami tidak menyembah kecuali hanya pada-Mu dan kami tidak menyekutukan selain-Mu dalam ibadah kami.
Kesimpulan dari keikhlasan orang _abror_ adalah mengeluarkan makhluk dari pandangannya dalam semua amal perbuatan baiknya, namun ia masih memandang dirinya dalam kenisbatan amalnya dan bersandar pada amalnya.
Adapun orang yang tergolong _muqarrabin_, maka keikhlasannya sudah melewati keikhlasan orang _abror_ hingga tidak memandang dirinya dalam beramal. Maka, keikhlasannya adalah hanya memandang kesendirian Allah dalam menggerakkan dan mendiamkan dirinya tanpa memandang bahwa dirinya mempunyai daya dan kekuatan dalam beramal. 
💎Keikhlasan orang ini seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT,
وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ؕ 
“Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”

[QS. Al-Fatihah: Ayat 5]
Artinya kami tidak mohon pertolongan kecuali dengan-Mu, tidak dengan diri, daya dan kekuatan kami.
🌾Amal orang yang pertama ( _abror_ ) adalah amal *lillah*.

🌾Dan amal orang yang kedua ( _muqarrabin_ ) adalah amal *billah*.
🍁Amal _lillah_ menimbulkan pahala.

🍁Sedangkan amal _billah_ menimbulkan kedekatan diri kepada Allah.
🌹Amal _lillah_ menimbulkan kesungguhan ibadah.

🌹Dan amal _billah_ menimbulkan kebenaran _iradah_.
☘Amal _lillah_ adalah sifat semua _’abid_ (orang yang beribadah kepada Allah).

☘Dan amal _billah_ adalah sifat semua _qasid_ (orang yang menuju Allah).
🍂Amal _lillah_ adalah melaksanakan hukum-hukum lahir.

🍂Sedangkan amal _billah_ adalah melaksanakan hukum-hukum bathin.
Semua ungkapan di atas adalah ungkapan al-Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi r.a
( _Syarh al-Hikam, Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abdillah bin Ibrahim bin ‘Ibad an-Nafazi_ )