Fatimah Jiwa Raga Rasulullah

March 29, 2016 by abahzaky2014

Habib Nasim MJT
Di lahirkan berdekatan dg kelahiran agama penyempurna agama2 sebelumnya, seorang bayi perempuan yg mungil, di rumah yg nampak sederhana namun penuh dg cahaya Ilaahiyyah, di satu keluarga yg di penuhi keberkahan maha Agung, keluarga tauladan bagi semua makhluq unt menjalankan kesempurnaan hidup, baik dunia with maupun ukhrowi, ketaatan pada sang pencipta, di lakukan tiap hembusan napas mereka dg beribadah siang dan malam, solat puasa, berdzikir,
Sopan santun adalah pakaian mereka sehari2, merupakan perhiasan yg sangat istimewa, menawan, bagi siapa saja yg bertemu dan berharap muka dg mereka, 

Murah senyum, selalu memberi Salam dan doa pada setiap yg mereka jumpai, memberikan daya tarik dan keteduhan dlm hati2 yg berdekatan pada mereka, 

Selalu mengutamakan orang lain memberi peryolongan sebelum di minta unt menolong, adalah pekerjaan rutin mereka, tiap ada yg memerlukannya, 

Juru selamat yg memiliki tugas yg maha Agung dan maha sulit, namun mereka lalui dg sabar atas semua gangguan, dan bahaya yg mereka hadapi, rela berkorban baik harta bahkan nyawa, unt mengemban tugas yg di berikan Allah pencipta seluruh makhluq, tidak jarang mereka kekurangan keperluan sehari2, seperti makanan, waktu unt Istirahat, bahkan gangguan kuffar, namun mereka tdk pernah mengeluh, merasa bosan atau cape ‘namun selalu siap unt mendapat ujian yg lebih berat tiap saat demi perintah Allah unt menyelamatkan kehidupan manusia do dunia yg terancam kehancuran, dan siksaan neraka setelah kiamat tiba. 
Bayi yg mungil yg tiap saat memperhatikan cahaya keagungan, tugas yg mulia, dg segala lika likunya yg di emban oleh ayahanda dan ibundanya, merupakan sebuah sekolah yg sangat tinggi unt kelak di praktekan sebagaimana pelajaran yg ia peroleh. 

Pada usia yg sangat dini setelah kepergian ibu tercinta menemui sang kholiq, walau kesedihan menerpa

Namun tiada menjadikan semangat unt menggantikan tugas sang ibu membantu ayahandanya dlm berdakwah, walau tugas tsb adalah tugas yg sangat berat, namun tiada pernah mengeluh dlm menjalankan tugas tsb, walau kadang terpaksa harus menitikan air mata yg sangat deras demi melihat segala yg menimpa ayahnya dari gangguan kuffar quraisy, namun tiada pernah mencari alasan unt meninggalkan tugas itu bahkan semakin berat gangguan yg menimpa ayahnya semakin semangat nya unt berada di sisi sang ayah semakin besar. 
Suatu saat ketika anak perempuan ini tengah menjadi makmum ayahnya melaksanakan ke wajiban solat di depan ka’bah, segerombolan musyrikien quraisy mengganggu mereka sampai dg melempar kotoran onta dg tawaan yg penuh ejekan terhadap agama suci ini, namun keduanya tidak mempsedulikanya hingga menyelesaikan kewajiban tsb, setelah selesai anak gadis itu langsung bergegas menuju sang ayah unt membersihkan semua kotoran yg ada di tubuh beliau, sambil bercucuran air mata sesunggukan, marah karna apa yg di perbuat para musyrik terhadap badan manusia suci itu, tanpa sadar sang ayah pun tak kalah mengeluarkan air mata kesedihan yg dalam melihat anak perempuan yg semestinya masih, bersenang2 dg teman2 nya bermain, besenda gurau, namun anak ini harus mengemban tugas yg maha berat, hingga keluarlah kata2 sang ayah wahai putriku, wahai ibu ayahnya Allah akan membalas semua kebaikan yg kau perbuat demi menolong agama Allah yg suci ini. 
Semenjak saat itu sang gadis di beri julukan Ibu ayahnya (أم أبيها) dan tugas mulia demi tugas mulia selalu mereka jalankan demi mendapat ridho Allah SWT semata tanpa ada pamrih sedikitpun, namun bukan berarti lantas Allah memuliakan nya dg kesenangan dlm menemui hidup di dunia ini, namun semakin, bersabar menunaikan tugas ini semakin Allah mencoba nya dg cobaan2wyh sangat berat, karna tugas ini bukanya pekerjaan unt mendapat imbalan dlm kehidupan dunia sebagaimana para buruh yg bekerja hanya unt memuaskan nafsu yg ada dalam tubuhnya, akan tetapi tugas mulia ini adalah merupakan amanah ilaahiyyah yg mereka lakukan demi orang lain, sejarah apapun yg mereka dapat dari imbalan kebaikan yg mereka berikan, tapi mereka harus menerima nya dg lapang dada, 

Dan apapun yg kelak Allah berikan di kehidupan akhirat unt nya juga akan kembali pada orang lain, yaitu para cucu dan para pencintanya, 

Pernah suatu ketika di malam hari di musim dingin Rasulullah merasa rindu unt bertemu sang putri, kemudian beliau masuk ke kamar sang putri dan mendapati nya tengah tidur dan di sebelahnya suami yg selalu mencintai dan menghormatinya, ketika Rasulullah memperhatikan keduanya beliau menitikan air mata, karna melihat 2 instan yg tidur kdg kedinginan karna selimut yg mereka kenakan hanya cukup unt setengah badan mereka, hingga harus selalu memindah ke atas dan ke bawah setiap saat. 

Pernah juga suatu hari di dlm keluarga putri Rasulullah, tiada suatu apapun unt mereka santai dan kedua anaknya hingga sang putri memberanikan diri unt bertemu ayahandanya menanyakan barang kali ada sisa makanan demi keluarganya, namun ketika berjumpa dg ayah tercinta, beliau tidak mendapat apa yg ia cari, tapi mendapat yg lebih berharga di banding dunia seisinya, yaitu tasbih 33 x tahmid 33 x takbir 34 x dan sang ayah berujar maukan aku tunjukan suatu amalan yg lebih berharga dari pada dunia seisinya? Bacalah kalimat tsb tiap kali engkau mau tidur, 

Sepulang berjumpa dg sang ayah dan sampai kerumah, almurtadho bertanya adakah engkau dapat yg kita perlukan? Maka si istri menjawab, aku berjumpa ayah ku unt meminta dunia dan beliau memberiku yg lebih baik dari dunia dan isinya. 
Suatu ketika salah seorang anaknya sakit yaitu Alhasan, dan mereka semua ibu ayah dan saudaraynya Al Husein bernadzar apa bila Al Hasan sembuhmereka akan berpuasa selama 3 hari, benar ketika Allah memberi kesembuhan, unt Al Hasan, maka mereka berempat berpuasa, dan kala itu tiada di rumah mereka sesuatu kecuali hasil kerja yang suami yg hanya cukup unt membeli gandum unt membikin satu roti, ketika maghrib tiba seorang mengetuk pintu mereka, ternyata seorang miskin yg meminta2 akhirnya mereka memberikan roti tsb pada si miskin dan mereka harus rela berbuka hanya dg beberapa teguk air, keesokan hatinya juga demikian, kali ini anak yatim yg meminta dan hanya satu2 nya roti mereka relawan unt anak yatim, begitu juga hari ke 3 seorang tawanan perang yg mestinya seorang kafir dan mereka berikan juga roti unt buka mereka, hingga ketika mereka tambah dlm ujian tsb Allah langsung memuji mereka dg pujian yg sangat mulia karna di abadikan dlm Alquran, 

Yaitu firmanya :mereka memberi makanan ketika mereka memerlukan makanan kepada org miskin, anak yatim, dan tawanan perang, dan mereka mengatakan sesungguhnya kami berikan makanan ini pada kalian karna Allah dan kami tiada mengharap pahala ataupun teeimakasih kalian. 

Suatu ketika Bilal waktu mau menunaikan solat berjamaah dg Rasulullah mendengar tangisan seorang anak dari rumah Putri Rasulullah ketika Bilal mengetuk pintu dan di buka ternyata sang putri tengah menumbuk gandum dan Al Hasan tengah menangis di tanah sementara Fidhoh pembantu rumah itu hanya berdiri, demi melihat hal yg demikian maka Bilal marah pada pembantu namun tuan rumah tsb mengatakan bahwa dia telah membikin kesepakatan dg pembantu sehari di bekerja dan sehari pembantu yatim bekerja dan hari ini adalah jadwal tuan rumah yg bekerja makanya si pembantu Istirahat total, maka Bilal mengambil Al Hasan dan menggendonya hingga teetidur. 

Sesampai di masjid Rasulullah pun menanyakan sebab keterlambatan Bilal, maka di ceritakan kejadian di rumah putri Rasulullah, hingga Rasulullah menitikan air mata. 

Dan setiap saat sang putri selalu mendapat ujian2 yg sangat berat di samping selalu membantu sang ayah dlm semua perjuangan menyebarkan agama Allah yg suci ini, walau tak sering ikut menemani Rasulullah berperang namun senantiasa ikuti merasakan takut akan kehilangan 2 manusia yg sangat di sayangi yaitu sang Ayah dan sang Suami yg berjuang demi tegaknya yg Hak. 

Dan semua ia lakukan beserta seluruh keluarganya semata hanya unt perjuangan, seakan hidup mereka dlm dunia ini hanyalah demi kesedihan dan cobaan yg tiada henti, 

Tak mengerti apa lagi merasakan yg bernama bahagia, karna mereka tau dg pasti bahwa kebahagiaan hanya ada di akhirat di sisi Allah Azza wa Jalla. 

Nabi bersabda :aku rala dg apa yg Fatimah rela dan aku benci dg apa yg di benci Fatimah. 

Ya! Sungguh Fatimah adalah islam di ciptakan unt islam demi islam dan tiada suatu apapun yg di lakukan oleh manusia suci imam para Nabi kecuali di lakukan oleh Fatimah semenjak beliau lahir, tiap wahyu yg turun pada ayah tercinta selalu di saksikan oleh Fatimah, semua bala ‘yg menimpa Rasulullah menimpa Fatimah, dan tiada seorang makhluq pun yg di cintai oleh Rasulullah sebagaimana Rasulullah mencintai Fatimah, hingga beliau bersabda barang siapa mencintai Fatimah maka org itu mencintai ku dan yg mencintaiku sama juga mencintai Allah. 

اللهم بحق فاطمة و أبيها و بعلها و بينها اجعلنا ممن أحب فاطمة و أبيها و أهل بيت النبوة ومهبةالرسالة و شافعي الأمة و أنلنا يا رب شفاعتهم يوم الزحام يوم لا ينفع مال و لا بنون و لا شفاعة شافع الا من أذنت لهم فهؤلاء أهل بيت حبيبك المصطفى وهم الزهراء والمرضى و الحسن و الحسين وقد أذنت لهم فلا تحرمنا من رؤيتهم في الدنيا و الآخرة و أنت و هم راضون عنا واجمعنا معهم في أعلى المقام من جنانك يا كريم