Menjelang Subuh Dari Surabaya 

August 6, 2015 by abahzaky2014

, . Assalamualaikum wr wb,Maaf mengganggu.Assolatukhoiruminanaum. وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًاDan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

(Qur’an 17:79)

.حديث علي بن أبي طالب رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أوتر ثم قال:«يا أهل القرآن أوتروا فإن الله عز وجل وتر يحب الوتر»[5].

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : « رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا » .

وَفي روايةٍ لِمُسْلِم : « لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعاً » 

أخرجه مسلم والترمذي

Dua rakaat sholat fajar(sebelum sholat subuh)lebih utama dari dunia dan isinya.

عن عثمان بن عفان رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «من صلى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح فى جماعة فكأنما صلى الليل كله». متفق عليه

Artinya:”Barang siapa solat isha dlm jamaah seakan akan solat separoh malam dan barang siapa solat subuh dlm jamaah seakan akan solat semalam penuh.”.

Nasehat untuk.diriku..dari sekolah online 
 Kalo janji sama orang penting, orang kaya, orang sukses, yang di atas kita… Wuah… Diingetnya setengah mati.
Itu janji ditulis di sana dan di sini. Di agenda. Di pintu. Di meja kantor. Bahkan mesen sama orang. Agar diingatkan.
Jika ketemu orang lain, kadang saking bangganya, diberitahu bahwa “Saya ada janji sama si Fulan…”. Atau misalnya, “Bakal ada acara sama si Fulan… tanggal anu… jam anu…”
Sementara kita lupa. Bahwa shalat itu adalah “Janji ketemuan kita sama Allah…”(copas WA sebelah)

Masalah kita masalah ekonomi? Bukan banget-banget. Masalah kita itu, sebab ga tahajjud. Ga ada witir. Ga shubuh berjamaah. Ancur semua.
Masalah kita masalah ekonomi? Bukan. Masalah kita itu bukan di situ akarnya. Tapi lebih kita bisa jadi pada munafik dan fasik.
Ai mah Islam. Tapi ama masjid jauh. Ama ngaji, ga lancar. Plus ga ngerti. Tapi kalo ngomong soal agama, debat sampe keluar urat nadi, hehehe.
Nyepelein shalat, banyak menyekutukan Allah, ama Allah banyak lalainya, banyak ga ngehargainnya, banyak lupanya. Nyantai banget kalo ke Allah.
Ama Allah juga ga ada takutnya. Ama mati ga ada takutnya. Akhirnya, ummat Islam dibuat berantakan di semua sendi. Termasuk ekonomi.
Sangat-sangat belom terlambat. Saya bicara pada diri sendiri. Jika malam ini Kamu gagal shalat malam dan shubuh berjamaah, maka Kamu benar-benar akan trlambat.
Ga usah kejauhan nyari solusi. Benahin bener aja dulu shalat berjamaahnya. Ke masjid. Ke masjid. Ke masjid. Ada di sana tuh solusi.
Ini orang-orang pinter yang suka pada diskusi, debat, mikirin negara&agama, kadang suka pada berantakan shalat tepat waktu dan tiada berjamaah kecuali sedikit.
Semoga Allah memaafkan kita semua. Dan membimbing kita semua. Wabil khusus saya ini. Yang suka ngomong. Semoga Allah perbaiki saya juga.(copas WA sebelah)

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

(al-Qur’an An-Naḥl[16]:98)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(al-Qur’an Fuṣṣilat[41]:36)

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

(al-Qur’an Al-‘An`ām[6]:112)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

(al-Qur’an Al-Ḥajj[22]:52)(copas WA sebelah)