Lailatul Qadr

July 9, 2015 by abahzaky2014

copas Dari WA MJT Grup
Menggapai kemuliaan Lailatul Qadar:

Sayyidi Habib Umar Bin Hafidz, 
tafsir Surat al-Qadr, 
Ramadan 1436.
Allah berfirman:
إنا أنزلناه في ليلة القدر (١)
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Makna pertama, adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi ﷺ di Gua Hira pada malam 17 Ramadhan. itu juga Malam Lailatul Qadar. 
Makna kedua adalah bahwa pada malam yang sama Allah menurunkan seluruh Qur’an dalam bentuk tertulis dari (al-Lauh al-Mahfuzh) ke (Bayt al-`Izzah). Dari sana ayat demi ayat diberikan kepada Jibril, yang kemudian disampaikan kepada Nabi ﷺ. Ini dimulai ketika Nabi ﷺ berusia empat puluh dan terus selama dua puluh tiga tahun sampai beliau tutup usia, di umur 63 tahun.
Allah menggunakan kata ganti “Kami” sebagai indikasi keagungan-Nya. Kata ganti “hu” mengacu pada Al-Qur’an. Al-Qur’an disebut dengan kata ganti di sini karena sudah disebutkan dalam surah sebelumnya (QS Al-Alaq). Juga setiap Muslim tahu bahwa Allah sedang mengacu pada Al-Qur’an di sini. Al-Qur’an ada pada pikiran dan hati orang beriman di setiap saat, dan karena itu tidak perlu disebutkan secara eksplisit.
Salah satu makna dari Lailatul Qadar adalah malam Keputusan atau penetapan takdir. Dalam malam ini Allah menakdirkan segala sesuatu yang akan berlangsung pada tahun yang akan datang. Allah berfirman dalam Surat al-Dukhan:
إنا أنزلناه في ليلة مباركة ۚ إنا كنا منذرين (٣)
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
“Qadr” juga bisa berarti kehormatan dan kemuliaan. Orang yang berdiri dalam sholat di malam Lailatul Qadar akan dibangkitkan dan diangkat derajatnya, dari keadaan yang rendah menuju derajat yang tinggi.
Nabi ﷺ memberitahu kita bahwa: “Barangsiapa berdiri dalam sholat di malam Lailatul Qadar karena iman dan harapan (pahala Allah) akan membuat dosa-dosa sebelumnya diampuni”.
وما أدراك ما ليلة القدر (٢)
2. Dan tahukah kamu apakah malam penuh kemuliaan itu?
bagaimana memahami kebesaran malam lailatul qadr dan karunia ilahi dan pengampunan yang diberikan di dalamnya?
ليلة القدر خير من ألف شهر (٣)
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Amalan baik pada malam itu melampaui amalan dalam seribu bulan yang tidak mengandung Lailatul Qadar.
Nabi ﷺ memberitahukan kepada sahabat tentang seorang pria dari Bani Isra`il yang berjuang dan berjihad di jalan Allah selama seribu bulan, yang lebih dari delapan puluh tiga tahun. Riwayat lain menyebutkan bahwa empat orang dari Bani Isra`il menghabiskan seribu bulan secara sempurna beribadah menyembah Allah. 
Para sahabat merasa sedih mendengar kisah itu karena mereka tahu bahwa hidup singkat mereka tidak akan memungkinkan mereka untuk mencapai pahala yang sama dengan orang-orang dari bani israil itu. Allah kemudian memberikan mereka Lailatul Qadar. Malam yang berbeda ini hanya diberikan kepada ummat Sayyidina Muhammad ﷺ. 
Nabi ﷺ mengatakan: “Kita adalah yang terakhir (dari seluruh ummat), tetapi juga yang pertama (yang berarti kita berada di peringkat tertinggi).
Allah menggandakan pahala semua perbuatan baik antara sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali tentang puasa Dia berfirman :
الصم لى وانا اجزى به 
Puasa adalah untukKu, Aku sendiri yang akan memberi ganjaran untuk yang berpuasa
Allah memberitahu para malaikat untuk merekam dan membagikan pahala untuk berbagai amalan kecuali puasa. Salah satu arti dari ini adalah bahwa ketika seorang mukmin telah menganiaya orang lain, orang yang ia telah aniaya akan mengambil pahala dari perbuatan baiknya untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan. Orang itu tidak akan, bagaimanapun, dapat mengambil pahala puasa. Allah akan menjaga pahala untuk berpuasa dan memberikan kepada yang teraniaya pahala dari amalan lain.
Al-Sayyidah `Aisyah RHA bertanya pada Rasulullah ﷺ apa yang harus dia minta jika dia tahu bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar. (Ini merupakan indikasi bahwa para sahabat menyadari kekhususan malam mulia ini).
Nabi ﷺ menjawab: “Katakanlah: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampuni Kami”.
تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر (٤)
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Para malaikat yang hadir ke bumi pada malam itu lebih banyak dari jumlah daun pohon-pohon dan batu. Salah satu arti dari “Qadr” adalah “penyempitan,” sebab bumi menjadi ramai atau terbatas karena jumlah besar malaikat yang datang. Penduduk dari langit dan bumi berbaur pada malam ini. Ini adalah satu-satunya malam dimana malaikat berbondong bondong hadir ke bumi dan mereka bergabung dengan malaikat yang sudah ada di bumi (yang hadir di majlis majlis dzikir). Mereka memberikan salam kepada orang-orang beriman, berdoa dan berdzikrullah dengan mereka dan mengatakan “amin” untuk permohonan / doa mereka. Ketika orang-orang beriman berjabat tangan satu sama lain, para malaikat berjabat tangan bersama mereka.
Telah diriwayatkan bahwa jika seseorang mengundang berbuka puasa bersama orang lain dengan makanan dan minuman dari sumber yang halal, para malaikat akan mendoakan untuk nya setiap malam di bulan Ramadhan dan Jibril akan berdoa kepadanya pada malam Lailatul Qadar. Dari Narasi lain dengan rantai yang baik (sanad yang hasan) : “Jibril akan menjabat tangannya pada Lailatul Qadar dan jika Jibril berjabat tangan dengan seseorang, hati orang itu akan melunak dan ia akan menangis dalam kelimpahan”. Ini adalah efek berada di bawah pengawasan Jibril.
“Roh” adalah Jibril alaihissalaam. Ini adalah pendapat yang benar, meskipun beberapa ulama mengatakan bahwa yang dimaksud di sini adalah kategori khusus dari malaikat atau malaikat lain yang agung.
“dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”.
Jelas sekali, segala sesuatu tidak ada yang terjadi kecuali dengan izin-Nya, tapi ini adalah izin khusus yang menyatakan kepuasan Allah dengan umat Muhammad ﷺ dan keinginan-Nya untuk mencurahkan karunia-Nya atas mereka.
Para malaikat sangat senang menemukan orang-orang pada malam itu ada dalam keadaan ketaatan (yang mungkin pada tahun sebelumnya tidak taat), Demikian juga mereka sedih melihat orang-orang yang berada dalam situasi yang berlawanan.
Mayoritas ulama percaya bahwa Lailatul Qadar datang di bulan Ramadan, di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir (21,23,25,27 dan 29). Beberapa berpendapat bahwa selalu jatuh pada malam tanggal 27, tapi pendapat yang benar adalah bahwa hal itu terjadi pada malam yang berbeda setiap tahun. Ada yang mengatakan bahwa jika salah satu malam ganjil jatuh pada malam jumat, maka itu lebih mungkin terjadi Lailatul Qadar. Kaum shalehiin dari umat menyadari dan merasakan kedatangannya. Beberapa merasakan peningkatan kehadiran para malaikat dan yang lain menyaksikan bahwa pohon-pohon dan batu-batu semua dalam keadaan bersujud kepada Allah. Nabi ﷺ memberitahu kita bahwa itu adalah malam yang tenang dan tidak sangat dingin dan tidak sangat panas. Matahari terbit pagi hari berikutnya tanpa sinar karena terhalangi jumlah besar malaikat, Setelah malaikat ikut bersama sholat Subuh dengan orang orang beriman, mereka diperintahkan untuk pergi dari bumi.
سلام هي حتى مطلع الفجر (٥)
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Pada malam itu ada keselamatan dan damai sejahtera, aman dari bahaya godaan dari kejahatan sampai subuh. Hari yang mengikuti Lailatul Qadar juga memiliki status yang sama seperti malam sebelumnya. Pahala untuk ibadah pada siang hari sama dengan yg diperoleh pada malam hari.
Semoga Allah memberikan kepada kita karunia dan berkat-berkat Lailatul Qadar tanpa batas dan semoga kita tidak akan kehilangan berkat-berkat ini.
Aamiin
*acara berbuka bersama di rumah Habib Umar di Tarim.

Tanggalan

July 2015
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 140,270 hits
web
statistics