Kisah Sebutir Delima

July 4, 2015 by abahzaky2014

copas 

Dikisahkan oleh Ka’ab bin Akhbar. Ketika Fathimah as sakit, ia ditanya oleh suaminya Ali as, “Wahai Fathimah, apa yg engkau inginkan?”

“Aku ingin buah delima”. Jawabnya.

Ali aa terdiam sejenak, sebab ia merasa tdk memiliki uang untk membeli delima.

Namun, ia segera berangkat, berusaha mencari pinjaman uang satu dirham. Setelah mendapatkan pinjaman, ia pergi kepasar untk membeli buah delima dan segera kembali pulang.

Ditengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat seorang yg tetgeletak sakit di pinggir jalan, maka Ali as berhenti dan menghampirinya. “Hai orang tua, apa yg kau inginkan?” tanya Ali as.

“Wahai Ali, sdh lima hari aku sakit ditempat ini, banyak orang lalu-lalang, namun tak satupun dari mereka yg mau peduli kepadaku, padahal hatiku ingin sekali makan buah delima.” jawab orang tersebut. Mendengar jawabannya, Ali as terdiam sebentar, sambil berkata dlm hati, “buah delima yg hanya sebiji ini, sengaja aku beli untk Fathimah, kalau aku berikan kpd orang ini, pasti Fathimah akan sedih sekali, namun jika tdk aku berikan berarti aku tdk menepati firman Allah Swt, “Terhadap si pengemis, engkau janganlah menghardiknya”. (Qs. Al-Dhuha: 10). Juga sabda Nabi Saw, “Janganlah sekali kali kamu menolak pengemis, sekalipun diatas kendaraan”.

Kemudian Ali as memberikan buah delima itu kpd si pengemis, sesampai di rumah Ali as menceritakan peristiwa itu kpd Fathimah as, dan Fathimah as merangkulnya seraya berkata, “Kenapa kamu sedih, demi Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kpd orang sakit itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu”.

Dgn wajah yg cerah Ali as merasa sangat gembira dgn penuturan Fathimah as. Tak lama kemudian datanglah seorang tamu yg mengetuk pintu, lalu Ali as berkata, “Siapakah tuan?”

“Aku salman al-Farisi,” jawab tamu itu. Setelah pintu di buka, Ali as melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup, dan duletakkan di depan Ali as, lalu Ali as bertanya, “Dari manakah nampan ini wahai Salman?”

“Dari Allah Swt untukmu melalui perantara Rosulullah Saw”. Jawabnya.

Setelah penutup nampan dibuka, terlihatlah didalamnya sembilan buah delima, Ali as lalu berkata, “Wahai Salman, jika ini memang untukku, pasti jumlahnya sepuluh”. Lalu beliau as membacakan firman Allah Swt, “Barangsiapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepuluh lipat amalnya (balasannya)”. (Qs. Al-An’am: 160)

Salmanpun langsung tertawa, sambil mengembalikan sebuah delima yg masih ditangannya seraya berkata, “Wahai Ali, demi Allah, aku hanya sekedar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yg engkau bacakan tadi