Tausiyah MJT 2

July 3, 2015 by abahzaky2014

Copas dari WA MJT Grup

Neraca Kehidupan :

•LAPORAN LABA RUGI KEHIDUPAN

PER. 1 SYAWAL 1436 H.•

A• PENGANTAR. 
Al-Qur’an memerintahkan untuk tidak menjadi orang yang RUGI tapi untuk menjadi orang yang UNTUNG.  

Apapun yang namanya rugi harus diminimalisasikan, sedangkan UNTUNG harus dimaksimalkan demikian prinsip kehidupan yang harus dijalankan.   
B• SIAPA ORANG-ORANG YANG RUGI.

Al-Qur’an dalam surat Ali ‘Imran, surat 3 ayat 85 menjelaskan sbb :

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” {QS Ali ‘Imran (3):85.}
Di ayat lain dalam Surat Yunus (10) ayat 95 menjelaskan salah satu sebab termasuk orang yang merugi, disebutkan sbb :

“Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi.”

(al-Qur’an Yūnus[10]:95)
Dan siapakah itu : Dijelaskan dalam : (al-Qur’an Al-Mu’minūn[23]:117)

“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.”
C• BERUNTUNG. :
1. SABAR adalah kunci utama untuk meraih untung, sebagaimana dijelaskan pada ayat :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

(al-Qur’an ‘Āli `Imrān[3]:200)
2. SAMI’NA WA-ATHO’NA, mengikuti Perintah agama merupakan kunci untuk meraih untung : 

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. \”Kami mendengar, dan kami patuh\”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an An-Nūr[24]:51)
3.TIDAK KIKIR. 

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (al-Qur’an At-Taghābun[64]:16)

D• BERUNTUNG UNTUK MEWARISI SORGA FIRDAUS SECARA KEKAL.
1.Beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

2.Menunaikan zakat,

3.Menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

4.Memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

5.Memelihara sembahyangnya.
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya
Keterangan dan penjelasan diatas, sebagaimana pada. al-Qur’an Al-Mu’minūn[23]:1-11.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

(al-Qur’an Al-‘A`laá[87]:14-15)
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

(al-Qur’an Ash-Shams[91]:9)

E• BERUNTUNG : BERIMAN, MENDIRIKAN SHALAT, AMAL REZEKI & AMAR MA’ROEF NAHI MUNKAR.
Tidak ada keraguan pada Kitab (Al Quran) petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an Al-Baqaraħ[2]:1-5)
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an ‘Āli `Imrān[3]:104)
F.• SIAPA BERUNTUNG•

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an Al-‘A`rāf[7]:8)
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma´ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an Al-‘A`rāf[7]:157)
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(al-Qur’an At-Tawbaħ[9]:88)
Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

(al-Qur’an Al-Mu’minūn[23]:102)
G.PENUTUP. 

Mudah-mudahan kita termasuk yang beruntung.  
“Ya Allah, 

~Perbaikilah kehidupan agamaku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku ~Perbaiki urusan duniaku yang padanya kehidupanku; 

~Perbaikilah akhiratku, yang padanya tempatku kembali; 

~Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah segala kebajikan; ~Dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan” 

(Shahih Muslim((copas WA sebelah)

Tanggalan

July 2015
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 140,351 hits
web
statistics