Taraweh di Tarim

Leave a comment

June 29, 2015 by abahzaky2014

Hari ke 12 Ramadhan(Ramadlan di Kota Sejuta Wali)

copas dari tetangga

Ass wr wb
Kota Tarim adalah salah satu kota yang sohor ilmu agama dan ulama di provinsi Hadramaut Yaman. Pesona dan pancaran iman akan kita rasakan di kota ini. Mendengarkan ceramah di masjid-masjid, shalat jama’ah, membaca Alqur’an adalah rutinitas masyarakatnya sehingga memunculkan suasana keimanan yang sangat terasa, apalagi di bulan puasa.
Salah satu rutinitas masyarakat untuk menghidupkan malam ramadhan di kota ini yang tidak mungkin di temukan di kota lain bahkan di seantero dunia adalah aktifitas shalat tarawih. 
Kota kecil yang luasnya seperti satu kabupaten di Indonesia ini memiliki 300 masjid lebih. Jarak masjid satu dengan lainnya berkisar 100 meter atau 200 sampai 1 km. Jadi tarawihnya ada jadwalnya tersendiri untuk setiap masjid, yang jika dikumpulkan akan memenuhi malam ramadhan.
Ada yang shalat isyak dan tarawihnya di

 mulai jam 8 malam, ada yang dimulai jam 8,15, jam 9 dan ada pula sampai jam 2 malam baru di mulai, jadi bisa disimpulkan bahwa tarawih di kota ini terus nyambung antara masjid satu dengan lainnya dari jam 8 sampai jam 3 waktu sahur.
Jadwal sholat isya’ dan tarawih sebagian masjid di kota ini:
20,00 waktu Yaman masjid Al Jauhari
20,30 masjid As Sakran
21,00 masjid Asy-Syaikh Aidid
22,00 masjid Alawi Assamin
23,00 masjid Ba Alawi
00,30 masjid As Seqaf, Al Mihdlor
01,30 masjid Jami’ Tarim
02,00 masjid Al Aidarus
Dan masjid-masjid lain yang waktunya hampir menyamai dengan waktu tersebut mengingat begitu banyaknya masjid. Hal itu bisa di maksudkan agar bisa menghidupkan malam ramadlan dengan beribadah dan meringankan orang yang mempunyai kesibukan, atau tertidur malam, dan selainnya untuk bisa tetap melakukan tarawih dengan berjama’ah.
Bukan hanya shalat tarawih sebagai aktifitas menghidupkan bulan ramadhan di kota ini, kita juga akan menemukan pembacaan maulid dan shalawat setelah melakukan aktifitas tarawih di beberapa masjid di kota ini.
Akan tetapi di kota ini tidak didapati orang yang baca Al-Qur’an di microfon didengarkan banyak orang seperti di Indonesia yang dikenal dengan istilah tadarrusan, hal ini bukan karena dipandang negative malah sebaliknya, hampir semua penduduk Tarim membaca Al-Qur’an tapi secara sendiri-sendiri karena merupakan rutinitas pribadi, jadi tidak ditemukan acara tadarrusan seperti di Indonesia.
Riyadh 12 Ramadhan 1436 / 29 Juni 2015 Info dari Moeslich El Malibary – Hadramut Yaman.

Hasan Husen Asegaf

Semoga bermanfaat…….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s